Tingkat Kepribadian pada Anak Kelas 1 SMP




BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Tingkat kepribadian  seorang anak dapat dilihat dari banyak aspek yang dimiliki anak tersebut. Setiap anak memiliki tingkat kepribadian  yang berbeda, itu semua tergantung dari masing-masing kepribadian yang dimiliki oleh anak tersebut. Kepribadian sukses yang dimiliki oleh seorang anak dapat menjadi potensi untuk menjadikannya sukses di masa yang akan datang. Kepribadian sukses yang dimiliki oleh seorang anak dapat dilihat dari bagaimana kemampuan seorang anak tersebut mampu mengarahkan dan memimpin dirinya sendiri. Bagaimana anak tersebut mampu memahami dirinya sendiri dan orang lain. Bagaimana keberaniannya dalam mengambil tindakan dan memiliki kepercayaan diri yang positif.
Di dalam pergaulan atau percakapan sehari-hari, tidak jarang kita mendengar dan bahkan menggunakan kata pribadi atau kepribadian, tanpa memikirkan lebih lanjut apa arti yang sebenarnya dari kata-kata itu. Ucapan-ucapan seperti: itu adalah pendapat “pribadi” saya, si A memang orang yang “kepribadiannya” teguh, si B orang “pribadinya” lemah dan sebagainya, menunjukkan kepada kita bermacam-macam penggunaan kata “pribadi” dan “kepribadian” itu, sehingga makna atau arti tersebut di atas di samping untuk menunjukkan terhadap individu seseorang yang berdiri sendiri terlepas dari individu yang lain, biasanya selalu dikaitkan dengan pola-pola tingkah laku manusia yang berhubungan dengan norma-norma yang baik, itu dipakai untuk menunjukkan adanya ciri-ciri yang khas pada individu seseorang.
Meskipun kita lihat adanya perbedaan-perbedaan dalam cara merumuskan personality, namun di dalamnya kita dapat melihat adanya persamaan-persamaan atau persesuaian pendapat satu sama lain. Di antaranya, ialah bahwa kepribadian (personality) itu dinamis, tidak statis atau tetap tanpa perubahan. Ia menunjukkan tingkah laku yang terintegrasi dan merupakan interaksi antara kesanggupan-kesanggupan bahwa yang ada pada individu dengan lingkungannya. Ia bersifat psiko-pisik, yang berarti baik faktor jasmaniah maupun rohaniah individu itu bersama-sama memegang peranan dalam kepribadian. Ia juga bersifat unik, artinya kepribadian seseorang sifatnya khas, mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dari individu yang lain.



Perumusan masalah didalam penelitian ini adalah:
1.      Apayang dimaksud dengan kepribadian
2.      Bagaimana tingkat kepribadian  yang dimiliki oleh dua orang anak kelas 1 SMP?
3.      Faktor apa saja yang mempengaruhinya?
4.      Bagaimanakah peran tingkat kepribadian pada kehidupan anak SMP kelas 1 ?
1.      Untuk mengetahui apa itu kepribadian
2.      Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepribadian yang dimiliki oleh dua orang anak kelas 1 SMP.
3.      Untuk mengetahui factor apa saja yang mempengaruhi tingkat kepribadian  tersebut.
4.      Untuk mengetahui peran tingkat kepribadian  pada kehidupan anak kelas 1 SMP .



1.      Konsep Dasar Perkembangan Kepribadian Seorang Anak Kelas 1 SMP
a.       Pengertian
Menurut Ngalim Purwanto (1990:15), kepribadian atau personality berasal dari bahasa Latin, yaitu personare yang berarti mengeluarkan suara (to sound trough). Istilah ini, digunakan untuk menunjukkan suara dari percakapan seorang pemain sandiwara melalui topeng (masker) yang dipakainya. Sedangkan menurut Agus Sujanto (1986:10),  kepribadian berasal dari kata personality, yang berasal dari kata persona (bahasa Latin) yang berarti kedok atau topeng, yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku watak atau pribadi seseorang.
 Kepribadian menurut GW. Allport adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisis individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas.  Kepribadian juga merupakan jumlah total kecenderungan bawaan atau herediter dengan berbagai pengaruh dari lingkungan serta pendidikan, yang membentuk kondisi kejiwaan seseorang dan mempengaruhi sikapnya terhadap kehidupan. dapat disimpulkan bahwa kepribadian meliputi segala corak perilaku dan sifat yang khas dan dapat diperkirakan pada diri seseorang atau lebih bisa dilihat dari luar, yang digunakan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap rangsangan, sehingga corak tingkah lakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas bagi individu itu, seperti bagaimana kita bicara, penampilan fisik, dan sebagainya.
Ahmad Fauzi (1997:121) mendefinisikan kepribadian sebagai berikut, bahwa kepribadian adalah keseluruhan pola (bentuk) tingkah laku, sifat-sifat, kebiasaan, kecakapan, bentuk tubuh, serta unsur-unsur psiko-fisik lainnya yang selalu menampakkan diri dalam kehidupan seseorang. Hal itu, dilakukan karena terdapat ciri-ciri yang khas hanya dimiliki oleh seseorang tersebut, baik dalam arti kepribadian yang baik atau pun yang kurang baik, misalnya untuk membawakan kepribadian yang angkara murka, serakah, dan sebagainya, sering ditopengkan dengan gambar raksasa. Sedangkan untuk perilaku yang baik, budi luhur, suka menolong, berkorban ditopengkan dengan seorang kesatria dan sebagainya.

b.      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian sukses seorang
anak:
Kepribadian itu berkembang dan mengalami perubahan-perubahan, tetapi di dalam perkembangan makin terbentuklah pola-pola yang tetap, sehingga merupakan ciri-ciri yang khas dan unik bagi setiap individu. Menurut Singgih D. Gunarsa, (2000:108) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang, adalah:
1) Faktor biologis, yaitu yang berhubungan dengan keadaan jasmani yang meliputi keadaan pencernaan, pernapasan, peredaran darah, kelenjar-kelenjar urat syaraf, dan lain-lain.

2) Faktor sosial, yaitu masyarakat yakni manusia-manusia lain di sekitar individu, adat istiadat, peraturan-peraturan, bahasa, dan sebagainya yang berlaku dalam masyarakat itu.
3) Faktor kebudayaan, yaitu kebudayaan itu tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat dan tentunya kebudayaan dari tiap-tiap tempat yang berbeda akan berbeda pula kebudayaannya.
Perkembangan dan pembentukan kepribadian dari masing-masing orang tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan masyarakat di mana anak itu dibesarkan.
Sedangkan menurut Husain Mazhahiri (dalam Singgih D. Gunarsa, (2000:112), faktor-faktor yang membentuk kepribadian anak atau kepribadian siswa ada empat, yaitu:
1.    Peranan cinta kasih dalam pembinaan kepribadian.
2.    Tidak menghina dan mengurangi hak anak.
3.    Perhatian pada perkembangan kepribadian.
4.    Menghindari penggunaan kata kotor.

Menurut Ngalim Purwanto (1990:162) ada beberapa alasan pentingnya orang tua, terutama ibu dan ayah bagi pembentukan kepribadian anak dan kepribadian siswa, yakni:
1.    Pengaruh itu merupakan pengalaman yang pertama-tama.
2.    Pengaruh yang diterima anak itu batas dan jumlahnya.
3.    Intensitas pengaruh itu tinggi karena berlangsung terus menerus siang dan malam.
Umumnya pengaruh itu diterima dalam suasana aman serta bersifat intim dan bernada emosional.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepribadian anak atau kepribadian siswa dipengaruhi oleh banyak factor, dan salah satunya ialah peranan orang tua dalam rangka membimbing, mengarahkan, dan memberikan jalan keluar terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh anak, karena orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan anak-anak sehingga akan mudah untuk memahami kepribadiannya.

2.      Aspek Perkembangan dan Karakteristiknya
Aspek perkembangan dan karakteristik yang mempengaruhi kepribadian sukses seorang anak:
M. Ngalim Purwanto (1990:156-159) menguraikan beberapa aspek kepribadian yang penting dan berhubungan dengan pendidikan dalam rangka pembentukan pribadi anak, yaitu sebagai berikut: 
a. Sifat-sifat kepribadian (personality traits), yaitu sifat-sifat yang ada pada individu, seperti penakut, pemarah, suka bergaul, peramah, serta menyendiri. 
b. Intelegensi kecerdasan temasuk di dalamnya kewaspadaan, kemampuan belajar, kecakapan berfikir. 
c. Pernyataan diri dan cara menerima pesan-pesan (appearance and inpressien). 
d. Kesehatan jasmani. 
e. Bentuk tubuh. 
f. Sikapnya terhadap orang lain. 
g. Pengetahuan, kualitas dan kuantitas pengetahuan yang dimiliki seseorang. 
h. Keterampilan (skill). 
i. Nilai-nilai yang ada pada seseorang dipengaruhi oleh adat istiadat, etika, kepercayaan yang dianutnya. 
j. Penguasaan dan kuat lemahnya perasaan 
k. Peranan (roles) adalah kedudukan atau posisi seseorang di dalam masyarakat di mana ia hidup. 
l. The self, yaitu anggapan dan perasaan tertentu tentang siapa, apa, dan di mana sebenarnya ia berada.
     Permainan dapat membantu membentuk kepribadian anak atau Kepribadian siswa.
Menurut Ahmad D. Marimba, pada garis besarnya aspek-aspek kepribadian itu dapat digolongkan dalam tiga hal, yaitu:
1.      Aspek-aspek kejasmanian, meliputi tingkah laku luar yang mudah tampak dan ketahuan dari luar, misalnya cara-cara berbuat, berbicara, dan sebagainya. 
2.      Aspek-aspek kejiwaan, meliputi aspek-aspek yang tidak segera dapat dan diketahui dari luar, misalnya cara berfikir, sikap, dan minat.
3.      Aspek- aspek kerohanian yang luhur, meliputi aspek-aspek kejiwaan yang lebih abstrak, yaitu filsafat hidup dan kepercayaan. 

Yoesoef Noesyirawan, sebagaimana dikutip Ahmad Fauzi (1989:67) mengelompokkan aspek-aspek kepribadian dalam empat bagian, yaitu: 
a. Vitalitas sebagai konstata dari semangat hidup pribadi. 
b. Tempramen sebagai konstanta dari warna dan corak pengalaman pribadi serta cara bereaksi dan bergerak. 
c. Watak sebagai konstanta dari hasrat, perasaan, dan kehendak pribadi mengenai nilai-nilai. 
d. Kecerdasan, bakat, daya nalar, sebagai konstanta kemampuan pribadi. 

Singgih D. Gunarsa, (2000:105) memberikan saran agar dalam mengembangkan kepribadian anak, perlu memperhatikan perkembangan aspek-aspek sebagai berikut: 

Dalam kaitannya dengan pertumbuhan fisik anak. Perlakuan dan pengasuhan yang baik disertai dengan lingkungan yang memungkinkan anak hidup sehat, jauh dari keadaan yang akan menimbulkan penyakit. Dalam kaitannya dengan perkembangan sosial anak. Pergaulan adalah juga sesuatu kebutuhan untuk memperkembangkan aspek sosial. Dalam kaitannya dengan perkembangan mental anak. Komunikasi verbal orang tua dan anak, khususnya pada tahun-tahun pertama kehidupan anak, besar pengaruhnya untuk perkembangan mentalnya.
3.      Tugas-tugas perkembangan siswa smp:
a.       Mampu mengarahkan dan memimpin dirinya sendiri.
b.      Mampu memahami dirinya sendiri.
c.       Mampu memahami orang lain.
d.      Mampu memahami pekerjaannya sendiri.
e.       Keberanian bertindak.
f.       Kemurahan hati, suka menolong.
g.      Mampu menerima dirinya.
h.      Harga diri yang sehat.
i.        Kepercayaan diri yang positif

1.      Penyusunan Instrumen
a.         Lampiran Observasipada Remaja I
Nama                     : Karel Retarawi Beauty
Tempat, Tanggal Lahir : Dasan Anyar, 07 februari    2004
Sekolah     : SMP Negeri 1 Jereweh       
Kelas               : 1
Alamat
            : Jln. Raya Lintas Jereweh Maluk
Agama
             : Islam
Tinggi Badan
 : 149 cm
Berat Badan
     : 45 kg
Bentuk Tubuh
 : Proporsional
Warna Kulit
     : Sawo Matang


Petunjuk :
1.      Pada kuesioner ini terdapat 27 pernyataan. Pertimbangkan baik-baik setiap pernyataan dalam kaitannya dengan hal-hal yang alami, dan tentukan kebenaranya. Berilah jawaban yang benar-benar cocok dengan pilihanmu.
2.      Pertimbangkan setiap pernyataan secara terpisah dan tentukan kebenarannya. Jawabanmu, jangan dipengaruhi oleh jawaban terhadap pernyataan lain.
3.      Catat respon anda pada lembar jawaban yang tersedia, dan ikuti petunjuk-petunjuk lain yang mungkin diberikan berkaitan dengan lembar jawaban. Terima kasih.
Keterangan pilihan jawaban :
TP    =  Tidak Pernah
JR     =  Jarang
SR    =  Sering
SL  =  Selalu

No
Pernyataan
Kriteria
TP
JR
SR

SL

Mampu mengarahkan dan  memimpin dirinya sendiri.
1
Saya mengerjakan shalat tanpa diperintah




2
Saya membuat jadwal untuk kegiatan belajar




3
Saya menonton film Korea ketika besok ada ulangan





Mampu  memahami dirinya sendiri.
4
Saya  tau waktu yang tepat untuk mempelajari mata pelajaran menghapal




5
Saya membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru




6
Saya menghindari hal-hal yang akan membuat mood turun





Mampu  memahami orang lain.
7
Saya mudah menyesuaikan diri dengan orang lain




8
Saya sering terlibat dalam pertikaian




9
Saya menenangkan sahabat saya ketika sedih





Mampu  memahami pekerjaannya sendiri.
10
Saya cenderung meminta bantuan teman untuk menjelaskan maksud dari suatu tugas




11
Saya berusaha memahami apa yang tidak saya mengerti di kelas




12
Saya memperdalam materi yang akan diujikan besok





Keberanian  bertindak.
13
Saya berani mengambil resiko




14
Saya melakukan sesuatu setelah diizinkan oleh orangtua




15
Saya belum pernah mengerjakan sesuatu selain apa yang saya bias





Kemurahan  hati, suka menolong.
16
Saya membantu membersihkan rumah pada saat hari libur




17
Saya menyisihkan uang saku untuk disumbangkan ke kotak amal




18
Saya tidak perduli pada teman yang sedang mengalami kesusahan





Mampu  menerima dirinya.
19
Saya merasa cukup dengan apa yang saya miliki sekarang




20
Saya merasa penampilan fisik saya sudah baik




21
Saya iri saat teman memiliki barang yang lebih bagus daripada saya





Harga diri yang sehat.
22
Saya senang mendapat jabatan di dalam kelas




23
Saya suka melihat jawaban teman dari tugas rumah yang diberikan oleh guru




24
Saya harus mendapat peringkat 1 di kelas





Kepercayaan diri yang positif
25
Saya tidak menyontek saat ulangan




26
Saya senang memimpin teman-teman saya




27
Saya senang mendominasi dan membuat gaduh saat diskusi berlangsung




Jumlah Skor Tiap Kolom




Total Skor Aktual (SA)

Skor Maksimal Ideal (SMI)
108





b.      Lampiran Observasipada Remaja II
Nama                     : Gabby Triamanihh Fatiah
Tempat, Tanggal Lahir : Dasan Anyar,01 Maret 2003
Sekolah     : SMP Negeri 1 Jereweh        
Kelas               : 1
Alamat
           : Jln. Raya Lintas Jereweh Maluk
Agama
            : Islam
Tinggi Badan
: 150 cm
Berat Badan : 4
7 kg
Bentuk Tubuh : Proporsional
Warna Kulit : Sawo Matang
       Tinggal bersama :Orangtua

Petunjuk :
1.      Pada kuesioner ini terdapat 27 pernyataan. Pertimbangkan baik-baik setiap pernyataan dalam kaitannya dengan hal-hal yang alami, dan tentukan kebenaranya. Berilah jawaban yang benar-benar cocok dengan pilihanmu.
2.      Pertimbangkan setiap pernyataan secara terpisah dan tentukan kebenarannya. Jawabanmu, jangan dipengaruhi oleh jawaban terhadap pernyataan lain.
3.      Catat respon anda pada lembar jawaban yang tersedia, dan ikuti petunjuk-petunjuk lain yang mungkin diberikan berkaitan dengan lembar jawaban. Terima kasih.
Keterangan pilihan jawaban :
TP    =  Tidak Pernah
JR     =  Jarang
SR    =  Sering
S  =  Selalu

No
Pernyataan
Kriteria
TP
JR
SR

SL

Mampu mengarahkan dan  memimpin dirinya sendiri.
1
Saya mengerjakan shalat tanpa diperintah




2
Saya membuat jadwal untuk kegiatan belajar




3
Saya menonton film Korea ketika besok ada ulangan





Mampu  memahami dirinya sendiri.
4
Saya  tau waktu yang tepat untuk mempelajari mata pelajaran menghapal




5
Saya membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru




6
Saya menghindari hal-hal yang akan membuat mood turun





Mampu  memahami orang lain.
7
Saya mudah menyesuaikan diri dengan orang lain




8
Saya sering terlibat dalam pertikaian




9
Saya menenangkan sahabat saya ketika sedih





Mampu  memahami pekerjaannya sendiri.
10
Saya cenderung meminta bantuan teman untuk menjelaskan maksud dari suatu tugas




11
Saya berusaha memahami apa yang tidak saya mengerti di kelas




12
Saya memperdalam materi yang akan diujikan besok





Keberanian  bertindak.
13
Saya berani mengambil resiko




14
Saya melakukan sesuatu setelah diizinkan oleh orangtua




15
Saya belum pernah mengerjakan sesuatu selain apa yang saya bias





Kemurahan  hati, suka menolong.
16
Saya membantu membersihkan rumah pada saat hari libur




17
Saya menyisihkan uang saku untuk disumbangkan ke kotak amal




18
Saya tidak perduli pada teman yang sedang mengalami kesusahan





Mampu  menerima dirinya.
19
Saya merasa cukup dengan apa yang saya miliki sekarang




20
Saya merasa penampilan fisik saya sudah baik




21
Saya iri saat teman memiliki barang yang lebih bagus daripada saya





Harga diri yang sehat.
22
Saya senang mendapat jabatan di dalam kelas




23
Saya suka melihat jawaban teman dari tugas rumah yang diberikan oleh guru




24
Saya harus mendapat peringkat 1 di kelas





Kepercayaan diri yang positif
25
Saya tidak menyontek saat ulangan




26
Saya senang memimpin teman-teman saya




27
Saya senang mendominasi dan membuat gaduh saat diskusi berlangsung




Jumlah Skor Tiap Kolom




Total Skor Aktual (SA)

Skor Maksimal Ideal (SMI)
108



v   Pernyataan bernilai positif:  nomor 1,2, 4,6,7,9,11,12,13,14,16,17,19,20,22,24,25,26
Keterangan :
·         SL skor 4
·         SR skor 3
·         JR skor 2
·         TP skor 1
v  Skor Maksimal pada skor positif = 18x4= 72
v  Pernyataan bernilai negatif: Nomor 3,5,8,10,15,18,21,23,27

Keterangan :
·         SL skor 1
·         SR skor 2
·         JR skor 3
·         TP  skor 4
v  Skor Maksimal pada skor negatif= 9x4=36

Skor Total Positif + Negatif = 72+36= 108

Rumus:

ket:     NA      = Nilai Akhir
            SA       = Skor Aktual
            SMi     = Skor Maksimal ideal
                    

M = 1/2 (S Max i + S Min i)
                = 1/2 (100 + 0)
                = 1/2 (100) = 50

SD = 1/6 (S Max i - S Min i)
                  = 1/6 (100 - 0)
                  = 1/6 (100) = 16,66
 


















≥ M + 2 SD
M + 1 SD s/d    < M + 2 SD
M – 1 SD s/d    < M + 1 SD
M – 2 SD s/d    < M – 1 SD
< M – 2 SD

      Berarti:
84     -       100
(Sangat baik)
67     -        83
(Baik)
33     -        66
(Cukup baik)
16     -        32
(Kurang baik)
0       -        15
(Tidak baik)

Pengamatan ini dilakukan dengan teknik rating scalle (skala rentang) dan pengamatan perilaku pada hari Sabtu 18 Juni 2016 dan Minggu 19 Juni 2016 terhadap dua orang anak SMP kelas 1. Bernama Karel Retarawi Beauty 12 tahun dan Gabby Triamanih Fatiah berusia 12 Tahun dengan cara memberikan lembar penilaian karakteristik tingkat kepribadian tetapi pemberian ini secara online karena jarak kedua siswa dan anak-anak tersebut diberikan waktu yang lumayan lama untuk mengisi kolom kriteria berdasarkan apa yang mereka alami.
Analisis Data Hasil Pengamatan
a.         Lampiran Observasi pada Remaja I
Nama : Karel Retarawi Beauty
Teknik  Menganalisis Kepribadian
No
Pernyataan
Kriteria
TP
JR
SR

SL

Mampu mengarahkan dan  memimpin dirinya sendiri.
1
Saya mengerjakan shalat tanpa diperintah


v

2
Saya membuat jadwal untuk kegiatan belajar


v

3
Saya menonton film Korea ketika besok ada ulangan

v



Mampu  memahami dirinya sendiri.
4
Saya  tau waktu yang tepat untuk mempelajari mata pelajaran menghapal



v
5
Saya membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru

v


6
Saya menghindari hal-hal yang akan membuat mood turun


v


Mampu  memahami orang lain.
7
Saya mudah menyesuaikan diri dengan orang lain


v

8
Saya sering terlibat dalam pertikaian
v



9
Saya menenangkan sahabat saya ketika sedih


v


Mampu  memahami pekerjaannya sendiri.
10
Saya cenderung meminta bantuan teman untuk menjelaskan maksud dari suatu tugas

v


11
Saya berusaha memahami apa yang tidak saya mengerti di kelas


v

12
Saya memperdalam materi yang akan diujikan besok



v

Keberanian  bertindak.
13
Saya berani mengambil resiko


v

14
Saya melakukan sesuatu setelah diizinkan oleh orangtua


v

15
Saya belum pernah mengerjakan sesuatu selain apa yang saya bias
v




Kemurahan  hati, suka menolong.
16
Saya membantu membersihkan rumah pada saat hari libur



v
17
Saya menyisihkan uang saku untuk disumbangkan ke kotak amal


v

18
Saya tidak perduli pada teman yang sedang mengalami kesusahan
v




Mampu  menerima dirinya.
19
Saya merasa cukup dengan apa yang saya miliki sekarang

v


20
Saya merasa penampilan fisik saya sudah baik


v

21
Saya iri saat teman memiliki barang yang lebih bagus daripada saya

v



Harga diri yang sehat.
22
Saya senang mendapat jabatan di dalam kelas


v

23
Saya suka melihat jawaban teman dari tugas rumah yang diberikan oleh guru

v


24
Saya harus mendapat peringkat 1 di kelas


v


Kepercayaan diri yang positif
25
Saya tidak menyontek saat ulangan



v
26
Saya senang memimpin teman-teman saya


v

27
Saya senang mendominasi dan membuat gaduh saat diskusi berlangsung

v


Jumlah Skor Tiap Kolom
12
20
37
19
Total Skor Aktual (SA)
88
Skor Maksimal Ideal (SMI)
108

NA            = SA/Smi x 100
= 88/108 x 100
      = 81,5

Aspek yang diamati  pada objek
a.   Mampu mengarahkan dan memimpin dirinya sendiri.
Kemampuan memimpin diri sendiri mulai berkembang, hal ini ditunjukkan ketika waktu Shalat tiba Savanna langsung bergerak mengambil air wudhu tanpa diperintah , namun ada hal-hal yang masih sulit untuk Savanna mengontrollnya seperti malas mandi dan malas makan, hal itu masih butuh upaya keras agar dilakukan secara teratur.

b.   Mampu memahami dirinya sendiri.
      Kemampuan memahami dirinya mulai berkembang karena ketika sedang dihadapkan dengan masalah yang  tidak bisadi tanganani ia mengetahui batas kemampuannya, maka ia cenderung meminta bantuan kepada oranglain .

c.   Mampu memahami orang lain.
Kemampuan memahami orang lain mulai berkembang ( individu unik, sifat-sifat pribadi, minat, perasaan ) Savanna  mudah dalam menyesuaikan diri dengan orang lain karena dia mampu memahami karakteristik masing-masing individu. Ini ditunjukkan dengan dia mampu menempatkan dirinya pada saat dia bersama orang yang suka bercanda atau pun pemarah. Dan juga saat dia bersama temannya maupun orang dewasa.

 d.  Mampu memahami pekerjaannya sendiri.
Kemampuan memahami pekerjaan sendiri  mulai berkembang
. Hal ini ditunjukan  ketika Savanna mampu memecahkan masalah dengan pemikiran sendiri Savanna sudah bisa menilai baik-buruknya suatu masalah. Dan bisa mengungkapkan saran-saran yang menurutnya tepat untuk memecahkan masalah . Namun dalam  praktiknya Savanna kadang-kadang salah tanggap dalam memahami sesuatu (salah persepsi).
e.   Keberanian bertindak.
      Keberanian dalam bertindak sudah cukup berkembang, hal ini ditunjukkan ketika Savanna tidak ragu dalam mengambil keputusan jika hal itu membuat dirinya menjadi lebih baik.
f.    Kemurahan hati, suka menolong.
      Sikap suka menolong, sudah mulai berkembang hal ini ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, Savanna sering  membantu  neneknya menyapu  lantai dan membersihkan rumah saat sedang  libur sekolah. Hal ini merupakan aturan-aturan dalam keluarga Savanna  yang harus dia  kerjakan.

g.   Mampu menerima dirinya.
      Kemampuan untuk menerima dirinya sendiri mulai berkembang, Hal ini ditunjukkan ia tidak  mengeluh akan apa yang tidak dia miliki. karena ia selalu bersyukur terhadap apa yang ia sudah miliki.

h.   Harga diri yang sehat.
      Savanna sadar akan  hal apa yang pantas ia kerjakan dan kurang pas untuk dia kerjakan. Hal ini terlihat dari Savanna tidak mau mengikuti  perilaku teman-temannya yang kurang baik. Misalnyai dia tidak mau  mengikuti teman-temannya yang sering  mengucapkan kata-kata yang kurang pantas  ketika sedang bersenda guaru dan sering menyontek.
                 
i.    Kepercayaan diri yang positif              
      Karena dia memiliki harga diri yang  positif, dia tidak mau  menyontek saat ulangan berlangsung, dan percaya dengan kemampuan dan usahanya sendiri.



b.         Lampiran Observasipada Remaja II
Nama : Gabby Triamanih Fatiah
No
Pernyataan
Kriteria
TP
JR
SR

SL

Mampu mengarahkan dan  memimpin dirinya sendiri.
1
Saya mengerjakan shalat tanpa diperintah


v

2
Saya membuat jadwal untuk kegiatan belajar



v
3
Saya menonton film Korea ketika besok ada ulangan

v



Mampu  memahami dirinya sendiri.
4
Saya  tau waktu yang tepat untuk mempelajari mata pelajaran menghapal



v
5
Saya membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru


v

6
Saya menghindari hal-hal yang akan membuat mood turun



v

Mampu  memahami orang lain.
7
Saya mudah menyesuaikan diri dengan orang lain

v


8
Saya sering terlibat dalam pertikaian
v



9
Saya menenangkan sahabat saya ketika sedih


v


Mampu  memahami pekerjaannya sendiri.
10
Saya cenderung meminta bantuan teman untuk menjelaskan maksud dari suatu tugas

v


11
Saya berusaha memahami apa yang tidak saya mengerti di kelas



v
12
Saya memperdalam materi yang akan diujikan besok



v

Keberanian  bertindak.
13
Saya berani mengambil resiko



v
14
Saya melakukan sesuatu setelah diizinkan oleh orangtua


v

15
Saya belum pernah mengerjakan sesuatu selain apa yang saya bias

v



Kemurahan  hati, suka menolong.
16
Saya membantu membersihkan rumah pada saat hari libur


v

17
Saya menyisihkan uang saku untuk disumbangkan ke kotak amal



v
18
Saya tidak perduli pada teman yang sedang mengalami kesusahan
v




Mampu  menerima dirinya.
19
Saya merasa cukup dengan apa yang saya miliki sekarang


v

20
Saya merasa penampilan fisik saya sudah baik



v
21
Saya iri saat teman memiliki barang yang lebih bagus daripada saya
v




Harga diri yang sehat.
22
Saya senang mendapat jabatan di dalam kelas


v

23
Saya suka melihat jawaban teman dari tugas rumah yang diberikan oleh guru
v



24
Saya harus mendapat peringkat 1 di kelas


v


Kepercayaan diri yang positif
25
Saya tidak menyontek saat ulangan


v

26
Saya senang memimpin teman-teman saya


v

27
Saya senang mendominasi dan membuat gaduh saat diskusi berlangsung
v



Jumlah Skor Tiap Kolom
20
11
29
32
Total Skor Aktual (SA)
92
Skor Maksimal Ideal (SMI)
108

NA            = SA/Smi x 100
= 92/108  x 100
      = 85,2


Aspek yang diamati  pada objek
a.   Mampu mengarahkan dan memimpin dirinya sendiri.
Kemampuan memimpin diri sendiri kurang berkembang, hal ini dikarenakan masih ada sikap manja pada diri Tasya.Misalnya Tasya masih disuapi saat makan, dan masih harus disuruh-suruh untuk mengerjakan shalat.


b.   Mampu memahami dirinya sendiri.
      Kemampuan memahami dirinya mulai berkembang karena ketika sedang dihadapkan dengan masalah yang  tidak bisaditanganani ia mengetahui batas kemampuannya, maka ia cenderung meminta bantuan kepada oranglain .

c.   Mampu memahami orang lain.
Kemampuan memahami orang lain kurang berkembang, karena masih ada sifat egois dan sering tidak mau mengalah pada orang lain.

 d.  Mampu memahami pekerjaannya sendiri.
Kemampuan memahami pekerjaan sendiri  kurangberkembang
. Hal ini dikarenakan ketika diberikan persoalan dia cenderung membutuhkan bantuan oranglain.

e.   Keberanian bertindak.
      Keberanian dalam bertindak sudah sangat bagus, hal ini ditunjukkan ketika Tasya tidak ragu dalam mengambil keputusan jika hal itu membuat dirinya menjadi lebih baik.

f.    Kemurahan hati, suka menolong.
      Sikap suka menolong, sudah sangat bagus hal ini ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun manja dan cenderung egois, namun Tasyasangat menyayangi adik-adiknya, ketika dimintai tolong untuk mengajari adiknya menjawab tugas sekolah ia sangat senang.

g.   Mampu menerima dirinya.
      Kemampuan untuk menerima dirinya sendiri sangat baik, Hal ini ditunjukkan ia tidak  mengeluh akan apa yang tidak dia miliki. karena ia selalu bersyukur terhadap apa yang ia sudah miliki.

h.   Harga diri yang sehat.
      Tasya lebih senang jika ia menempati posisi strategis dalam hal pergaulan, misalnya menjadi bendahara di kelas, dan cenderung menjadi pemimpin di antara teman-temannya.
                 
i.    Kepercayaan diri yang positif              
      Karena dia memiliki harga diri yang  positif, dia sangat percaya diri dalam melakukan hal-hal yang dia yakini selama itu baik.
Berdasarkan hasil analisis data yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa Gabby Triamanih Fatiah memiliki kepribadian yang  sangat baik sementara Karel Retarawi Beauty memiliki kepribadian  yang baik hal ini dapat diketahui dari tabel skala rentang yang setelah diolah lalu memperoleh nilai akhir sebesar 81,5 dan 85,2 untuk Gabby Triamanih Fatiah yang menurut pedoman penilaian termasuk kategori  sangat baik.
Hal ini terlihat dari faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti faktor biologis yaitu genetic, tinggi badan dan lain sebaganiya hal ini merupakan turunan dari orangtua, keduanya memiliki badan yang proporsional untuk ukuran anak SMP kelas 1 hal itu yang membuat mereka memiliki kepercayaan diri yang positif , tidak merasa minder, dan memahami dirinya sendiri. Masa kanak-kanak adalah masa yang paling peka bagi proses pembentukan kepribadian seseorang yang akan mewarnai sikap, perilaku. dan pandangan hidupnya kelak di kemudian hari. Sedangkan perkembangan kepribadian anak itu sendiri, dipengaruhi oleh lingkungan tempat anak itu hidup dan berkembang. Di antara faktor lingkungan yang paling berpengaruh bagi perkembangan kepribadian anak, adalah orang tua yang mengasuh dan membimbingnya beserta suasana kehidupan yang dibina. Dalam konteks lingkungan keluarga inilah, maka kehadiran orang tua akan turut mempengaruhi dan mewarnai proses pembentukan kepribadian anak selanjutnya.





sebagai hasil sosialisasi sejak ia dilahirkan. Kepribadian menunjuk pada pengaturan sikap-sikap seseorang untuk berbuat, berpikir, dan merasakan, khususnya apabila dia berhubungan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan. Untuk itulah, pembahasan kepribadian sangat menarik dan penting dalam sosiologi. Hal ini disebabkan menyangkut karakteristik dari tingkah laku sosial seseorang dan erat kaitannya dengan proses sosialisasi. Kepribadian sesungguhnya merupakan integrasi dari kecenderungan seseorang untuk berperasaan, bersikap, bertindak, dan berperilaku sosial tertentu. Dengan demikian, kepribadian memberi watak yang khas bagi individu dalam kehidupan sehari-hari. Kepribadian bukanlah perilaku, namun kepribadianlah yang membentuk perilaku manusia, sehingga dapat dilihat dari cara berpikir, berbicara, atau berperilaku. Kepribadian lebih berada dalam alam psikis (jiwa) seseorang yang diperlihatkan melalui perilaku.
Saran tindakan yang perlu dilakukan lagi oleh anak tersebut terhadap dirinya adalah:
1)      Meningkatkan kemampuannya dalam mengarahkan dan memimpin dirinya sendiri.
2)      Lebih mengenal dirinya sendiri kembali supaya benar-benar bisa memahami bagaimana dirinya sendiri.
3)      Terus belajar dan mengembangkan diri dalam memahami orang lain.
4)      Lebih menghargai orang lain
5)      Lebih cepat lagi dalam mengambil tindakan.
6)      Tetap tanamkan dalam dirinya agar tetap bermurah hati dan suka menolong orang lain.
7)      Belajar untuk tetap bisa menerima dirinya sendiri.
8)      Tanamkan dan kembangkan lagi harga diri dan kepercayaan diri yang positif dalam dirinya.















Ahmad Fauzi .1997. Psikologi Umum, Bandung: Pustaka Setia.
Ahmad D. Marimba.1999. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: PT. Al  Ma'arif.
Agus Sujanto .1996. Psikologi Kepribadian, Jakarta: Aksara Baru.
Allport, G. W. 1961. Pattern and growth in personality. New York: Holt,
Rinehart & Winston.
Agus Sujanto .1986.. Psikologi Kepribadian, Jakarta: Aksara Baru.
Allport, G. W. 1961. Pattern and growth in personality. New York: Holt,
Amir Daien Indrakusuma. 1973.  Pengantar Ilmu Pendidikan,          Surabaya:        Usaha Nasional.
Anonim. 2013. Gambaran Kepribadian Sukses. Diakses pada http://manajemenuty12.blogspot.com tanggal 20 Juni 2016.
M. Athiyah Al-Abrasy. 1990. Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam,            Jakarta: Bulan Bintang.
Ngalim Purwanto. 1990 .Psikologi Pendidikan, Bandung: PT.Remaja Rosda          Karya.
Wahyuningrum, Enjang. 2010.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Anak. Diakses pada 

Yusuf,LN, Syamsu & Nurihsa, Juantika.2007.Teori Kepribadian.Bandung:Rosda.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

REFERENSI SOAL-SOAL POST TES PPG 2025_FPPN 3 MODUL PEMBELAJARAN FILOSOFI PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NILAI

REFERENSI SOAL-SOAL POST TES PPG 2025_PSE 3 MODUL PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

REFERENSI SOAL-SOAL POST TES PPG 2025_FPPN 1 MODUL PEMBELAJARAN FILOSOFI PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NILAI